Domain Anything.ID

Sejak awal penggunaannya, domain .id hanya dapat digunakan oleh publik dalam bentuknya sebagai Domain Tingkat Dua (DTD). Saat ini terdapat sebelas DTD .id: co.id, biz.id, web.id, my.id, or.id, sch.id, ac.id, desa.id, net.id, go.id, dan mil id.

Dalam perkembangannya, seiring dengan pemanfaatan internet yang semakin pesat di Indonesia, publik merasa perlu untuk dapat menggunakan Domain Tingkat Tinggi (DTT) .id secara langsung, tanpa diturunkan terlebih dahulu menjadi DTD. Secara internasional, penggunaan DTT .id secara langsung oleh publik biasa disebut dengan istilah “anything .id”.

Beberapa hal yang melatarbelakangi perlunya domain anything.id di antaranya sebagai berikut:

  1. Permintaan Publik Indonesia
    Di Indonesia, permintaan penggunaan domain anything.id sudah banyak diajukan oleh publik melalui berbagai saluran dan media yang tersedia. Permintaan-permintaan ini hadir dari kalangan usaha, organisasi nirlaba, hingga personal. Bahkan Pemerintah Republik Indonesia merasa perlu untuk menggunakan domain anything.id.
  2. Tren Global
    Secara global, kebanyakan negara di dunia telah menggunakan DTT-nya masing-masing untuk kepentingan publik. Data dari berbagai negara menunjukkan, pertumbuhan DTD mengalami stagnasi, sedangkan DTT terus berkembang pesat seiring perkembangan internet di negara-negara tersebut. Di sisi lain, pembukaan pendaftaran .anything oleh ICANN di awal 2012 menandai semakin beragamnya gTLD yang akan menyerbu dunia maya mulai 2014 mendatang.
  3. Minat Pada Nama Domain Pendek
    Secara global, penamaan domain yang pendek sangat diminati karena menjadi cara yang efektif untuk menampilkan merek di Internet. Banyak pengguna domain .id yang beralih ke gTLD dan ccTLD lain karena mencari Nama Domain yang lebih pendek.
  4. Potential Loss
    Apabila Anything.ID tidak segera dapat digunakan, banyak website yang akan beralih ke domain-domain ccTLD yang dijual secara bebas maupun gTLD-gTLD baru yang sudah disetujui dan akan segera diluncurkan oleh ICANN. Setidaknya ada 30 gTLD baru yang sudah disetujui dari 1930 proposal yang masuk.
  5. Multiplier Effect
    Semakin banyak web Indonesia yang tidak menggunakan domain .id akan menciptakan efek berganda yang negatif. Situs media online “Tempo Interaktif” yang sejak tahun lalu mengubah domainnya dari .co.id menjadi .co mulai diikuti oleh banyak website-website lain yang tidak menyadari kalau domain .co adalah ccTLD milik Kolombia dimana DNS dari domain .co tersebut berada di Kolombia. Domain Anything.ID yang digunakan oleh satu entitas atau organisasi yang dipublikasikan dengan baik dan dikenal luas, bisa menjadi positif terhadap penggunaan domain .ID.
  6. Potensi Pasar
    600.000 pemegang merek yang terdaftar pada Direktorat Jenderal Hak dan Kekayaan Intelektual merupakan salah satu target pasar peluncuran domain Anything.ID. Di samping itu, 400.000 pengguna domain non-.ID yang digunakan oleh entitas/personal Indonesia dapat menjadi target pasar untuk dialihkan menjadi pengguna Nama Domain .ID.
  7. Pemanfaatan Sumber Daya yang Tersedia
    Domain Anything.ID sejatinya sudah dapat digunakan tanpa memerlukan penambahan infrastruktur. Penggunaan domain Anything.ID akan menciptakan pemanfaatan sumber daya secara optimal. Selain itu, penggunaan domain Anything.ID dapat mempercepat proses resolve domain.

Tujuan dibukanya DTT baru anything.id adalah untuk memenuhi permintaan publik dan pemerintah. Pengguna Nama Domain anything.id dari lembaga pemerintahan dapat menggunakannya untuk program kerja tertentu sehingga dapat secara efisien dan efektif dipublikasikan. Pengguna dari kategori perusahaan atau organisasi dapat memproteksi mereknya, dan pengguna dari kategori personal dapat menggunakannya sebagai personal branding untuk tujuan publikasi tertentu.

Periode Peluncuran

  1. Periode Sunrise
    Periode ini terbuka bagi semua pemegang merek yang terdaftar pada Ditjen HKI Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia. Periode ini berlangsung pada 20 Januari - 17 April 2014.
  2. Periode Grandfather
    Periode ini terbuka bagi semua pemegang domain tingkat dua (DTD) .id yang sudah terdaftar sebelumnya. Periode ini berlangsung pada 21 April - 13 Juni2014.
  3. Periode Landrush
    Periode ini terbuka bagi semua warga negara Indonesia yang memenuhi persyaratan ketentuan penggunaan nama domain. Periode ini berlangsung pada 16 Juni - 15 Agustus 2014.
  4. Periode General Availability
    Periode ini terbuka untuk umum, dengan catatan nama domain yang telah didaftarkan sebelumnya tidak dapat didaftarkan kembali. Periode ini berlangsung pada 17 Agustus 2014.

Ketentuan Umum

  1. Pengguna domain anything.id tunduk kepada ketentuan perundangan Republik Indonesia.
  2. Aplikan wajib memiliki identitas warga negara Indonesia.
  3. Aplikan wajib memberikan seluruh dokumen persyaratan yang diperlukan dan informasi yang terkait dengan pendaftaran, dan hal lain yang diminta oleh Registri.
  4. Pendaftaran anything .id pada masa Sunrise, Grandfather dan Landrush dilakukan melalui registry dengan mengisi formulir pendaftaran dan membayar Biaya Administrasi. Untuk pendafataran dapat dibantu registrar.
  5. Aplikan berhak untuk melakukan pendaftaran penggunaan atau pengelolaan domain anything.id.
  6. Aplikasi pendaftaran dan pemberitahuan mengenai penggunaan domain anything.id diajukan dalam bahasa Indonesia dan/atau Inggris. Lampiran yang ditulis dalam bahasa selain Indonesia, harus dilampirkan terjemahan dalam bahasa Indonesia dan/atau Inggris.
  7. Aplikan dianggap telah memiliki kemampuan teknis yang memadai dan mengerti dampak teknis dari proses pendaftaran domain anything.id.

Ketentuan Teknis

  1. Aplikan memahami tentang pengelolaan Nama Domain.
  2. Registri hanya memberikan Nama Domain Anything.ID. Pengelolaan name server, email, website dan lain-lain dilakukan oleh Aplikan, kecuali untuk Registrar dimana pengelolaan name server wajib dilakukan oleh Registri.
  3. Name server Aplikan yang terdaftar harus lebih dari satu, Sesuai RFC 2182 section 5.
  4. Registrar membuat aplikasi sendiri sesuai dengan ketentuan Registri untuk pengelolaan domain Anything.ID di bawahnya.
  5. Registrar berhubungan dengan aplikasi Registri menggunakan protokol EPP yang sesuai dengan ketentuan Registri.
  6. Registrar wajib mempunyai backup data dan bersedia secara periodik mengirimkannya kepada Registri.
  7. Dokumen kelengkapan Nama Domain di bawah Registrar harus dikirimkan secara periodik sesuai dengan format yang ditentukan oleh Registri.
  8. Aplikasi, basis data dan backup yang dimiliki oleh Registrar harus berada di wilayah Indonesia, sesuai dengan ketentuan PP 82 tentang PSTE.

Ketentuan Penamaan

  1. Nama Normatif: Domain Anything.ID sama dengan, bagian atau singkatan dari nama Aplikan/badan-usaha/organisasi/entitas, sebagaimana tercantum dalam dokumen pendirian atau perubahan-perubahannya dari Aplikan.
  2. Nama Merek/Tanda Dagang/Hak Cipta/HaKI: Domain Anything.ID terkait merek/tanda dagang/hakcipta/HaKI lainnya dari Aplikan/badanusaha/organisasi/entitas yang dibuktikan dengan tanda pendaftaran atau sertifikat merek/tanda-dagang/hak-cipta/HaKI lainnya;
  3. NamaTerkait: Domain Anything.ID terkait nama produk, jasa layanan, bagian/divisi/unit,atau programkerja/pelatihan dari Aplikan/badanusaha/organisasi/entitas yang dibuktikan dengan sertifikat atau surat pernyataan resmi.
  4. Nama Perwakilan/Agen/Distributor: Domain Anything.ID terkait nama Perwakilan, Keagenan, Distributor dari Aplikan/badanusaha/organisasi/entitas lain, yang dibuktikan dengan Surat Penunjukan Perwakilan/Keagenan/Distributor resmi.
  5. Nama Domain Institusi:Aturan penamaan sesuai dengan Kebijakan Pendaftaran Nama Domain No PANDI-DNP/2012-002.
  6. Nama Domain Personal: Aturan penamaan harus sama dengan dokumen identitas yang diambil dari nama lengkap, bagian dari nama lengkap atau singkatan nama. Misal, Yudho Giri Sucahyo, hanya dimungkinkan untuk menggunakan: yudhogirusucahyo.id, yudhogiri.id, yudhosucahyo.id, girisucahyo.id, yudho.id, giri.id dan sucahyo.id, ygs.id atau yudhogs.id, ygsucahyo.id.

Format Nama Domain Anything.ID

  1. Format domain anything.id adalah: [Nama Domain].ID.
  2. Domain anything.idterdiri dari Huruf a – z, A –Z, Angka 0 – 9; dan Karakter “–“ (hyphen).
  3. Penamaan domain anything.id adalah kombinasi huruf, angka dan karakter, boleh diawali huruf atau angka serta boleh terdiri dari huruf semua atau angka semua.
  4. Panjang domain anything.id minimum 5 karakter dan maksimum 63 karakter.
  5. Penggunaan Nama Domain kementerian dan lembaga mengacu kepada peraturan yang ditetapkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.
  6. Pendaftaran domain Anything.ID kurang dari batas minimum jumlah karakter yang diperbolehkan dengan ketentuan sebagai berikut:
    • a. Mengajukan izin tertulis kepada PANDI.
    • b. Mekanisme dan ketentuan akan ditentukan oleh PANDI.

Daftar Biaya

PeriodeBiaya AdministrasiBiaya Akuisisi Minimal
Sunrise Rp 500.000 Rp 5.000.000
Grand Father Rp 250.000 Rp 2.500.000
Land Rush Rp 100.000 Rp 1.000.000
General Availability Rp 0 Rp 0

*Seluruh biaya yang tercantum diatas belum termasuk ppn 10%

Keterangan

  1. Biaya Administrasi
    Biaya yang harus dibayarkan oleh Aplikan kepada Registri untuk mengikuti periode Sunrise, Grandfather dan Landrush.
  2. Biaya Akuisisi
    Biaya yang harus dibayarkan oleh Aplikan kepada Registri untuk memperoleh Nama Domain yang didaftarkan pada periode Sunrise, Grandfather dan Landrush.
  3. Biaya Kontribusi
    Biaya yang harus dibayarkan oleh Registrar kepada Registri setiap tahun untuk setiap Nama Domain.

Jadi tunggu apalagi daftarkan segera domain anda. Klik Disini

 

 

 

 

Berbagi:   | Ikuti kami di Fanpage:     | Sembunyikan